Tembang Mecapat, Sinom, Pangkur

Berbeda dengan Sekar Rare (lagu anak-anak maupun lagu rakyat), kelompok Sekar Alit, yang biasa disebuttembang macapatgaguritan atau pupuh, terikat oleh hukum Padalingsa yang terdiri dari guru wilang dan guru dingdong. Guru wilang adalah ketentuan yang mengikat jumlah baris pada setiap satu macam pupuh (lagu) serta banyaknya bilangan suku kata pada setiap barisnya. Bila terjadi pelanggaran atas guru wilang ini maka kesalahan ini disebut elung. Selanjutnya guru dingdong adalah uger-uger yang mengatur jatuhnya huruf vokal pada tiap-tiap akhir suku kata. Pelanggaran atas guru dingdong ini disebut ngandang. Tentang istilah macapat yang dipakai untuk menyebut jenis tembang ini adalah sebuah istilah dari bahasa Jawa. Kelompok tembang ini disebut tembang macapat karena pada umumnya dibaca dengan sistem membaca empat-empat suku kata (ketukan).

Adapun jenis-jenis tembang macapat (pupuh) yang terdapat di Bali dan yang masih digemari oleh masyarakat, di antaranya adalah:

Pupuh Sinom
Sinom Lumrah Pelog
Sinom Wug Payangan Slendro
Sinom dingdong Slendro
Sinom Sasak Slendro
Sinom Lawe Slendro
Sinom Genjek Pelog
Sinom Silir Slendro
Pupuh Ginada
Ginada Basur Slendro
Ginada Linggar Petak Slendro
Ginada Jayapura Slendro
Ginada Bagus Umbara Slendro
Ginada Candrawati Slendro
Ginada Eman-eman/Bungkling Pelog
Pupuh Durma
Durma Lumrah Pelog
Durma Lawe Pelog
Pupuh Dangdang
Dangdang Gula Pelog
Pupuh Pangkur
Pangkur Lumrah Pelog
Pangkur Jawa / Kakidungan Slendro
Pupuh Ginanti
Ginanti Lumrah Pelog dan Slendro
Ginanti Pangalang Pelog dan Slendro
Pupuh Semarandana
Semarandana Lumrah Pelog
Semarandana Mendut Slendro
Pupuh Pucung Slendro dan Pelog
Pupuh Megatruh Laras Pelog
Pupuh Gambuh Laras Pelog
Pupuh Demung Laras Slendro
Pupuh Adri Laras Pelog

Masing-masing pupuh yang tersebut di atas mengandung suasana kejiwaan yang berbeda-beda. Suasana yang ditimbulkan oleh pupuh tersebut sangat berguna untuk mengungkapkan suatu suasana dramatik dari suatu cerita / lakon. Secara umum hubungan antara suasana dengan jenis pupuh dapat dilukiskan sebagai di bawah ini:

Suasana Jenis Pupuh
aman, tenang, tentram Sinom Lawe, Pucung, Mijil, Ginada Candrawati dan lain-lainnya
gembira, riang, meriah Sinom Lumrah, Sinom Genjek, Sinom Lawe, Ginada Basur, Adri, Megatruh dan lain sebagainya
sedih, kecewa, tertekan Sinom Lumrah, Sinom Wug Payangan, Semarandana, Ginada Eman-eman, Maskumambang, Demung dan lain-lainnya
marah, tegang, kroda Durma dan Sinom Lumrah

Sekalipun demikian, pengaruh dari si penyanyi yang membawakan pupuh tersebut dapat mengubah suasana yang ditimbulkan oleh pupuh tersebut. Perlu pula diketahui bahwa kelompok tembang ini disebut pupuh adalah berdasarkan bagan atau kerangka lagu yang ada pada masing – masing pupuh ini. Berdasarkan isi atau cerita yang diungkapkan, jenis tembang ini juga di sebut Guritan menurut cerita yang dikandungnya. Guritan Basur berarti tembang macapat yang mengungkapkan cerita Basur. Begitu pula halnya Guritan Jayaprana, Sampik, Linggarpetak dan lain sebagainya. Bahasa yang dipakai dalam kelompok tembang macapat ini adalah bahasa Kawi (jawa Kuno) dan bahasa Bali. Berdasarkan hukum Padalingsanya tembang – tembang macapat Bali ini dapat disusun seperti tabel berikut ini:

Nama Pupuh
Jumlah suku kata dan huruf hidup akhir pada setiap baris kalimat tembang beserta nomor barisnya
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Sinom 8a 8i 8a 8i 8i 8u/o 8a 8i 12a
Ginada 8a 8i 8a 8u 8a 4i 8a
Pucung 4u 8u 6a 8i 12a
Maskumambang 4a 8i 6a 8i 8a
Ginanti 8u 8i 8a 8i 8a 8i
Durma 12a 8i 8a 8a 8i 5a 8i
Pangkur 8a 12i 8u 8a 12u 8a 8i
Semarandana 8i 8a 8o 8a 8a 8u 8a
Mijil 10i 6o 4e 10e 8i 6i 8u
Magatruh 12u 8i 8u 8i 8o
Demung 12a 8i 8u 8i 8a 8u 8a 8i 8a 8u
Dangdang 14a 14e 8u 8i 8a 8u 12a 8i 8a
Adri 12u 8i 8i 12u 8u 8a/e 8u 8a 8a

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: